Belajar di Negeri Anak Benua: Pandangan Orang tentang India

Jika teman-teman mendengar nama India, banyak pikiran menggelayut tentang negara tersebut. Dari ketokohan Mahatma Gandhi dan Mother Teresa, demokrasi, kemiskinan, negara berkembang dan sebagainya. Mungkin lebih banyak lagi pendapat setiap orang mengenai negara itu. Namun yang jelas, aku akan menuju negara itu, menimba ilmu selama kurang lebih dua tahun.

Dalam pikiranku, aku tidak begitu yakin betul akan persepsi orang mengenai India yang ini itu tidak ada habisnya. Secara umum, yang aku tahu bahwa India itu negara dengan penduduk terbanyak nomor dua di dunia setelah China. Juga tentang masa depan India pada pertengahan abad ke-21 sebagai negara ekonomi terbaik di dunia yang konon adalah negara nomor dua setelah China dalam bidang ekonomi. Selain itu, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia setelah Indonesia. Dengan tahu yang demikian, aku pun tak begitu khawatir untuk tinggal di India.

Dalam perjalanan itu, aku berangkat dari Surabaya yang sebelumnya transit di Singapura. Setiba di Singapura, aku kan bertemu dengan kawan-kawan yang hendak kuliah juga di India. Mereka dari Semarang, Padang dan Medan. Ada sekitar 12 jam waktu transit di negeri Singa itu. Dan karena kita tidak mau menghabiskan waktu hanya untuk menunggu di bandara, kami berencana keliling negeri yang tidak lebih luas dari setengahnya Kabupaten Jember itu.

Saat kita dalam SMRT (Singapore MRT), dalam perjalanan menuju Marine Bay, teman saya yang dari Medan bercakap dengan orang Singapura. Entah apa yang ada di dalam pikiran orang itu, yang aku dengar orang itu kira-kira bilang begini, “Jangan kuliah di India, India itu masih negeri miskin, jorok dan tidak teratur. Kamu orang Indonesia mending kalau kuliah di negara yang lebih bagus lagi. Nanti malah kamu menderita.” Sebegitu negatif anggapan orang itu tentang India, bahkan kenapa harus terucapkan kata itu, saat tinggal beberapa jam lagi aku akan menginjakkan kaki di negara anak benua itu.

Bahkan, jangankan itu. Teman-temanku pun juga berpandangan demikian. Dari yang bilang negeri yang isinya orang-orang menari, Islam yang menjadi minoritas, hingga negara dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Ada juga yang berpandangan bahwa India adalah negara yang keras, tanpa benar-benar berniat tinggal disana, tanpa persiapan yang cukup akan kerasnya hidup di India, orang Indonesia tiak bakal dapat tinggal di India apalagi dalam waktu dua tahun.

Ya Tuhan…. Hampir semua persepsi yang datang, yang aku dengar dengan kedua telingaku adalah tentang India dari sisi negatifnya. Bahkan tentang studiku nanti di bidang Ilmu Hukum, banyak di antara kawan-kawan Indonesia bilang hukum di India juga tidak bagus-bagus amat. Negeri itu justru penuh dengan permasalahan hukum yang tidak pernah terselesaikan dengan baik.

Begitulah kira-kira pendapat kawan-kawanku tentang India. Namun, tidak ada yang dapat menggoyahkan tekadku. Aku niati ke India untuk belajar, untuk menuntut Ilmu, untuk mencari pengalaman. Khususnya untuk mencari pengalaman kehidupan.

Dan, perjalanan itu dimulai. Beberapa jam setelah kami terbang dari Singapura, akhirnya kami menginjakkan kaki di negeri anak benua itu, India.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *