Posts in Motivasi

Menjadi pemelajar sepanjang hidup

Kata orang, semakin bertambahnya pengetahuan dan pengalaman akan membantu kita dalam pembuatan keputusan yang lebih baik. Tentu, setiap orang ingin semua keputusan yang diambil merupakan yang terbaik dan hal ini akan terwujud apabila kita terus berusaha untuk belajar. Saya menyebutnya dnegan istilah pemelajar sepanjang hidup (lifelong learners).

Sejak kecil, kita sudah mulai belajar dalam menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Pelajaran paling besar dan berharga adalah pengalaman yang bisa kita sebut dengan belajar melalui tindakan (learning by doing). Banyak orang menyebutnya sebagai pengalaman namun saya menganggap itu merupakan bagian dari usaha manusia untuk terus belajar. Pada usia yang masih belia, kita juga mendapatkan pendidikan, baik dari TK, SD, SMP, SMA dan beberapa di antara berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, dengan gelar sarjana. Bagi yang lebih beruntung melanjutkan jenjang master hingga doktor. Belajar dalam institusi pendidikan formal ini juga dapat turut disebut sebagai belajar.

Selain dalam lingkungan institusi pendidikan, kita dalam kehidupan sehari-hari juga perlu mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman. Perubahan zaman turut mendorong kita untuk terus belajar, meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal. Belajar tidak mengenal waktu dan tempat, tidak pula mengenal usia maupun jenis kelamin. Dorongan untuk terus belajar ini yang dapat mendorong kita untuk terus mengikuti perubahan zaman, seperti kemajuan teknologi yang berjalan begitu cepat. Saat kita turut mengikuti perkembangan itu dengan terus belajar, kita berkontribusi untuk memajukan negara kita. Karena, kemajuan suatu negara selalu dimulai dari kemajuan berpikir warga negaranya terlebih dahulu.

Indonesia, negara yang memiliki penduduk lebih dari 250 juta dengan gap ekonomi dan pendidikan yang relatif tinggi, memiliki tantangan dalam mewujudkan kemajuannya. Usaha telah dilakukan melalui reformasi pendidikan yang tampaknya tidak begitu meningkat secara signifikan. Bahkan survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 masih menempatkan Indonesia dalam jajaran negara juru kunci. Artinya, masih banyak tugas besar yang dimiliki negara ini dalam peningkatan kualitas pendidikan, kualitas dan metode belajar warga negaranya, sebagai penopang kemajuan Indonesia.

Alternatif yang bisa kita lakukan adalah dengan mengembangkan dan memupuk tradisi belajar mandiri dan terus menerus. Simon Chesterman, guru besar dan dekan Fakultas Hukum National University of Singapore (NUS), dalam tulisannya berjudul, “Why Study?” menekankan motivasi belajar harus dipupuk menjadi motivasi internal. Saat kita sekolah, nilai seringkali menjadi tujuan praktis dan ini tergolong sebagai motivasi eksternal. Beliau menegaskan belajar sesungguhnya adalah saat kita punya perasaan yang lebih dengan ilmu yang kita dapatkan dan larut dalam kebahagiaan dengan dunia ilmu dan pengetahuan. Saat kita telah merasa bahagia dengan semakin bertambahnya ilmu pengetahuan, memiliki kecintaan yang besar terhadap ilmu pengetahuan. Saat kita sudah masuk dalam perasaan ini, kita sudah melangkahkan hidup kita dalam zona pemelajar sepanjang hidup.

Lalu apa indikator bahwa kita adalah pemelajar sepanjang hidup? Situs lifehack.org menyebutkan 12 tanda berikut yang akan mendefinisikan kita menjadi pemelajar sepanjang hidup.

Pertama,  saat kita terdorong untuk membaca setiap hari. Apapun masalah yang tengah kita hadapi, setidaknya ada bacaan yang dapat menyajikan beragam solusi. Dengan membaca, wawasan kita akan bertambah melatih otak untuk terus berpikir dan dapat berkontribusi memperbaiki pola pikir kita. Dengan membaca, kita juga dapat terhubung dengan orang-orang sukses dan belajar dari kesuksesan yang mereka bagikan dalam tulisan-tulisannya. Bill Gates menyadari bahwa kesuksesannya tidak lepas dari tradisinya yang gemar membaca. Kita dapat belajar dari orang-orang seperti beliau.

Kedua, saat kita juga mengikuti beragam perkuliahan. Terdapat banyak perkuliahan yang dapat kita ikuti baik dalam media daring maupun luring. Dengan mengikuti beragam perkuliahan tersebut, kita akan mendapatkan kesempatan yang besar terhubung dengan orang-orang pandai dan terbuka pikirannya sekaligus belajar banyak hal dari mereka. Seiring dengan teknologi informasi yang semakin canggih, kita saat ini bisa dengan sangat mudah mendapatkan pengetahuan baru mekalui program daring, bahkan dari universitas tenama di dunia sekalipun.

Ketiga, saat kita mencari kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Daripada menghabiskan waktu berlama-lama di depan televisi, kita akan lebih baik menghabiskan waktu luang kita dengan hal-hal yang kreatif dan praktis. Satu hal yang perlu dipahami bahwa setiap menit yang terbuang akan pergi selamanya. Kita harus cermat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk hal yang membuat kita lebih maju.

Keempat, saat kita juga menjaga kesehatan fisik kita. John F. Kennedy mengatakan bahwa kesehatan fisik tidak hanya penting terhadap kesehatan tubuh kita karena itu juga mempengaruhi aktivitas kreatif dan dinamis dari kemampuan intelektual kita. Orang-orang pandai adalah mereka yang mampu mengkombinasikan kecerdasannya dan kebugaran tubuh dan memahaminya sebagai aset besar yang mendukung  kehidupannya.

Kelima, saat kita punya banyak passion. Steve Jobs pernah mengatakan bahwa kita tidak dapat menghubungkan titik-titik ke depan, melainkan kita hanya dapat menghubungkannya dengan melihat ke belakang. Kita harus memiliki keyakinan bahwa titik-titik itu suatu saat akan menghubungkan dengan masa depan. Masing-masing titik-titik tadi dapat berupa kejadian atau keterampilan dalam hidup kita. Ketika suatu saat kita dapat mengkombinasikannya akan menjadi hal yang akan mendukung kehidupan kita yang lebih baik dan akan dapat menghasilkan pencapaian yang luar biasa dalam hidup kita. Memili beragam keinginan, minat atau passion mengindikasikan bahwa kita memiliki kecintaan yang besar terhadap terhadap kemajuan. Juga, perlu dipahami dan dicatat dengan baik-baik bahwa pada masa-masa sulit kita membutuhkan tindakan cerdas dan menyelesaikan masalah dengan lebih efisien.

Keenam, saat kita suka dengan kemajuan. Usaha keras akan berbuah dengan hasil yang lebih baik. Seringkali hasil dari usaha maksimal kita masih belum begitu tampak namun ada titik-titik kemajuan yang akan mengantarkan kita pada kemajuan dalam jangka panjang. Kita tidak harus terjebak dengan hasil instan. Sepanjang ada peningkatan dari usaha kita, kita perlu terus menekuninya.

Ketujuh, saat kita menentukan tujuan tertentu yang jelas. Agar tetap tumbuh, kita perlu memiliki tujuan yang jelas. Tujuan yang jelas ini adalah salah satu faktor yang akan terus memastikan pertumbuhan dan kemajuan kehidupan kita. Saat kita menyukai tantangan, kita dapat menaklukkan ketakutan-ketakutan yang kita hadapi dalam kehidupan kita. Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa tujuan-tujuan yang penuh ambisi dan jelas akan meningkatkan kinerja individu. Tentu kita sepakat bahwa pemelajar sepanjang hidup adalah mereka yang peduli dengan kinerjanya sehingga mereka tidak berhenti untuk memajukan kualitas dirinya.

Kedelapan, saat kita suka dengan perubahan. Seringkali, perubahan membuat orang merasa risih karena banyak kemapanan yang harus ditinggalkan. Sebagai pemelajar sepanjang hidup, kita mampu mengidentifikasi perubahan dan dapat memimpin perubahan-perubahan untuk hasil dan kemajuan yang lebih baik. Usaha ini akan tercapat saat kita memiliki pikiran terbuka untuk mengawal perubahan itu.

Kesembilan, saat kita percaya bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Banyak orang cenderung berpikir setelah melewati usia tertentu, mereka tidak lagi dapat belajar sesuatu dan menjadi berhasil. Kita perlu memiliki pemikiran bahwa tidak ada kata terlambat dan perlu meninggalkan zona nyaman untuk memulai hal-hal baru yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan. Tentu saja, tidak ada ukuran harus pada usia tertentu kita mencapai kesuksesan. Di usia 45, Henry Ford baru menemukan For Model T car yang merupakan automobile murah pertama di dunia. Seperti atlit, untuk menjadi atlit profesional, memulai lebih awal adalah keputusan yang lebih baik dan diikuti dengan terus belajar dan berlatih secara rutin. Intinya, untuk memulai sesuatu, jangan pernah memiliki anggapan bahwa kita sudah terlalu tua untuk memulainya.

Kesepuluh, saat kita dengan senang hati mau berbagi. Peter Drucker mengatakan bahwa kita perlu menerima kenyataan bahwa belajar adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup agar kita dapat mengikuti perubahan. Dan, tugas yang paling mendesak adalah mengajari orang lain bagaimana untuk belajar. Tidak ada yang lebih baik daripada mengajak orang-orang di sekeliling kita untuk terlibat secara aktif untuk mendukung kemajuan. Seringkali, cara terbaik untuk menginsipirasi orang lain adalah dengan menjadi contoh terlebih dahulu bagi mereka. Mahatma Gandhi menyebutkan bahwa kita perlu menjadi perubahan dengan begitu kita dapat melihat dunia. Sebagai pemelajar sepanjang hidup, kita akan memiliki passion untuk tumbuh dan berkembang dan sikap ini akan menjadi energi positif bagi orang-orang di sekitar kita. Selanjutnya, orang-orang di sekitar kita akan bersikap serupa dengan apa yang sudah kita lakukan.

Kesebelas, saat kita meninggalkan zona nyaman. Meninggalkan zona nyaman tentu saja tidak mudah dan ini perlu dicoba. Edmund Hillary, pendaki gunung ternama, mengatakan bahwa tentangan terberat manusia sesungguhnya bukan saat mereka berhasil menaklukkan gunung-gunung yang tinggi. Saat berhasil menaiki gunung-gunung, Ia mengatakan bahwa ternyata saat menaiki gunung tantangan terbesarnya adalah menaklukkan diri sendiri dengan memacu diri untuk belajar meningkatkan keuletan, ketahanan dan kesiapan dalam segala tantangan. Dengan meninggalkan zona nyaman, kita akan belajar hal-hal yang baru yang akan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita beradaptasi dengan hal-hal yang baru.

Keduabelas, saat kita tidak pernah merasa nyaman atau mapan. Anti kemapanan adalah salah satu modal kita untuk terus berkembang dan maju. Merasa menjadi orang yang cukup pandai adalah sesuai yang tidak pernah ada dalam pikiran orang dalam kategori ini. Tanpa ragu, kita akan mengapresiasi apa yang sudah diketahui dan tanpa henti terus mengejar apa yang masih belum diketahui. Kita dapat memprediksi saat berhenti belajar akan ada kehilangan kesempatan istimewa, yaitu kemampuan pengembangan intelektual yang akan berlangsung tanpa batas.


Cukup banyak bukan? Tentu tidak harus semuanya langsung kita penuhi. Kita perlu berusaha keduabelas indikator tersebut dapat kita penuhi secara bertahap, agar secara berangsur-angsur menjadi pribadi yang memiliki dorongan kuat terus belajar sepanjang hidup. Dengan kita memenuhi keduabelas indikator tersebut, tentu kita akan terus mengikuti segala perubahan zaman dan bahkan menjadi bagian pemimpin perubahan itu.

Surat untuk Ibu Guru yang sekarang mendidik putraku

 

Surat untuk Ibu Guru
Yang sekarang mendidik putraku

Ibu guru yang baik, saya titipkan anak saya kepada anda. Saya lakukan ini dengan ketulusan, kebanggaan dan perasaan was-was. Maklumlah, sebagai orang tua, saya terlalu cemas dengan dirinya. Saya ingat masa-masa ketika ia baru hadir ke dunia ini; tangisan dan tawanya telah membuat kami semua tenggelam dengan perasaan haru. Kini, waktunya ia bersekolah dan kami percayakan putra kami sepenuhnya kepada anda. Sebagaimana dulu ibu dan ayah saya mempercayakan saya kepada asuhan anda ibu guru.

Ibu guru tahu, ia punya harta yang tak ternilai harganya, yaitu keterusterangan. Kalau ia tak suka pada sesuatu, ia tak ragu berpendapat. Ini adalah bakat alamiah yang dipunyai semua anak. Saya ingin ibu menjaga sikapnya itu. Kami ingin ibu guru memandunya dan melatihnya untuk menjadi seorang anak yang berani berbicara jujur dan terus terang. Lewat surat ini kami ingin berbagi pengalaman dan bertukar saran dalam memahami putra kami.

Pertama-tama, saya meminta ibu guru untuk menjaga dan menghargai sikapnya itu. Ibu tahu, anak saya mungkin tidak tergolong pintar. Tapi, sikap keterusterangan itu jika dipahat dan diperkuat maka ia akan sama pintarnya dengan yang lain. Semangat anak saya akan menyala-nyala jika ibu guru murah dalam memuji dan memberi dukungan. Dan akan menyusut jika ia terlalu banyak diremehkan dan dibohongi. Beritahukan padanya apapun yang ditanyakan dan kami berharap ibu tidak marah, kalau putra kami suatu saat mengkritik ibu guru. Pertanyaan adalah kesukaannya dan kami berharap ibu guru menjaganya dan tetap memberi iklim yang membuat kemampuannya bertanya itu hidup atau tumbuh.

Terus teranglah padanya tentang apa yang ibu guru ketahui. Kami ingin putra kami bisa belajar tentang kenyataan hidup yang sebenarnya. Walau kenyataannya itu menyakitkan, katakanlah yang sesungguhnya pada dia. Saya ingin ibu guru melatihnya untuk tetap optimis melihat realitas yang buram dan menyalakan api semangatnya untuk terus belajar. Sikap terus terang dari ibu guru akan memberinya kekuatan dalam melawan kejamnya realitas kehidupan dan sesekali berikan kepercayaan kecil kepadanya, untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tangan. Saya ingin ibu guru melatih kemandiriannya supaya tumbuh rasa percaya dirinya. Saya tidak ingin ibu guru menjadikan dirinya anak yang sempurna tapi tidak berpeluh keringat. Ia harus bisa dan mampu melakukan pekerjaan tangan apapun.

Ibu guru yang baik, langkah anak kami yang masih rapuh butuh bimbingan dan arahanmu. Tolong beri dia semangat saat dirinya mencari jalan untuk maju; saat dia merangkak ketika dia seharusnya berlari; saat dia diam ketika anda tahu dia harus memimpin. Dia masih terlalu muda, jadi sesuatu yang wajar kalau tidak begitu konsisten. Dia masih belia, jadi sesuatu yang normal jika kadang terlalu nekad. Dia masih hijau, karenanya sering kali berpikir aneh-aneh. Jangan ibu guru memarahinya atau menjulukinya dengan nama-nama yang menyakitkan. Tolong berikan perlakuan yang sama pada anak kami maupun teman-temannya bahwa mereka semua adalah murid-murid istimewa.

Jika ia punya kelemahan dan keterbatasan, tolong secara diam-diam, ibu catat dan rekam. Kelak katakan padanya sembari membantu mengatasi masalah itu. Katakan juga pada kami sehingga kami ikut membantu dan bisa melibatkan untuk memecahkan keterbatasan itu. Mengajari anak yang kini sedang menemukan identitas dan meraba harga dirinya memang tidak mudah, tapi karena itulah, kita bisa bertukar pengalaman dan pengetahuan. Latihlah dirinya untuk berorganisasi, karena di sana dirinya akan menemukan mutiara perilaku agung, yakni solidaritas dan cita pada sesama manusia. Latihlah dirinya untuk memahami persoalan yang lebih luas ketimbang kepentingannya sendiri. Saya ingin ibu mengajarinya untuk berkorban dan memahat sikap kepedulian.

Anak saya datang pada ibu dengan tekad untuk belajar. Mohon ibu guru jangan mengecewakannya. Jadikan masa-masa sekolah ini sebagai sesuatu yang menyenangkan, menarik dan menggairahkan baginya. Ajaklah dia sesekali keluar untuk melihat kalau pendidikan itu bukan hanya bangku ke bangku, tapi juga lewat kenyataan keseharian. Saya ingin saat dia meningggalkan kelas ibu, dirinya memiliki keyakinan yang lebih atas kemampuannya sendiri. Kelak saat ia meninggalkan kelas ibu, saya berharap dirinya akan memiliki kecintaan besar pada pengetahuan dan sesamanya. Sebagai pelajar dan sebagai pribadi, kami sangat berharap ibu bisa tekun membimbing dan mengarahkan. Pada akhirnya, bantulah putra kami menemukan harapan di atas bongkahan kehidupan bangsa yang buram dan menyakitkan ini.

Tahukah ibu, tahun ini ibu akan menjadi salah satu orang paling penting dalam hidupnya. Dia akan memutuskan untuk meniru atau menolak nilai-nilai yang ibu guru semaikan. Dia mungkin akan menghormati dan mengingat ibu sepanjang hayatnya. Atau sebaliknya, dia tidak lagi mengingat ibu dan merasa kecil hati atas setiap tindak tanduk ibu yang mungkin bertolak belakang dengan nilai yang ibu ajarkan. Sejujurnya, saya sebagai orang tua, ingin ibu bisa menjadi seseorang yang paling dikagumi. Tapi untuk ini, ibulah yang bisa menentukan.

Oh ya, pada saat tahun ajaran berakhir, mohon berikan ucapan terima kasih dan pelukan hangat kepadanya. Berterima kasihlah kepadanya telah menjadi bagian dari kehidupan ibu, sebagaimana saya sangat berterima kasih kepada ibu karena telah menjadi bagian kehidupan anak saya. Kami tahu, di atas segala harapan kami, ibu guru sendiri didera oleh banyak permasalahan. Tuntutan akan kesejahteraan hingga status membuat kami semua juga ingin berbuat banyak untuk ibu. Jadikan putra kami menjadi seorang yang kelak akan memahami profesi ibu dan kelak bisa berbuat banyak untuk ibu. Jangan ragu untuk meminta bantuan solidaritas maupun perjuangan dari kami. Karena kami tahu, tahun ini anda menjadi bagian dari kehidupan kami sekeluarga.

Salam
Dari kami sekeluarga


Artikel ini dikutip dari halaman prolog pada buku yang ditulis oleh Eko Prasetyo berjudul, “Guru: Mendidik Itu Melawan”.

A letter by Abraham Lincoln to his Son’s Headmaster

So dear Teacher, will you please take him by his hand and teach him things he will have to learn, I know, that all men are not just, all men are not true. But teach him also that for every scoundrel there is a hero; that for every selfish politician, there is a dedicated leader… Teach him that for every enemy there is a friend.

It will take time, I know, but teach him, if you can, that a dollar earned is of far more value than five found… Teach him to learn to lose… and also to enjoy winning. Steer him away from envy, if you can, teach him the secret of quiet laughter. Let him learn early that the bullies are the easiest to lick… Teach him, if you can, the wonder of a book… But also give him quiet time to ponder the eternal mystery of birds in the sky, bees in the sun, and flowers on a green hillside.

In school, teach him it is far more honorable to fail than to cheat…Teach him to have faith in his own ideas, even if everyone tells him they are wrong…Teach him to be gentle with gentle people, and tough with the tough. Try to give my son the strength not to follow the crowd when everyone is getting on the bandwagon…Teach him to listen to all men…but teach him also to filter all he hears on a screen of truth, and take only the good that comes through.

Teach him, if you can, how to laugh when he is sad…Teach him there is no shame in tears. Teach him to scoff at cynics and to beware of too much sweetness…Teach him to sell his brawn and brain to the highest bidders, but never to put a price tag on his heart and soul. Teach him to close his ears to a howling mob…and to stand and fight if he thinks he is right.

Treat him gently, but do not coddle him, because only the test of fire makes fine steel. Let him have the courage to be impatient…let him have the patience to be brave. Teach him always to have sublime faith in himself, because then he will always have sublime faith in mankind.

This is a big order, but see what you can do… He is such a fine little fellow, my son!

(A letter written by Abraham Lincoln to his Son’s Headmaster)

Lanjut Kuliah atau Menikah?

Artikel ini akan memaparkan analisis Henry Manampiring tentang pilihan paling dilematis yang dihadapi para gadis Indonesia saat ini. Pilihan tersebut adalah antara melanjutkan kuliah dan menikah. Pada satu sisi mereka ingin melanjutkan kuliah yang secara lazim merupakan bentuk kesetaraan gender. Pada sisi lain, tradisi patriarki masih mendikotomi antara laki-laki dan perempuan yang menghendaki perempuan untuk segera menikah. Jika tidak, perempuan akan mendapat cibiran dari masyarakat sebagai perawan tua.

Sejak hadirnya internet, sosial media dan telepon berbasis sistem operasi, Indonesia tampaknya telah memasuki generasi baru digital. Ini sekaligus menegaskan bahwa masyarakat Indonesia telah berevolusi menuju masyarakat modern. Diyakini bahwa dengan menjadi masyarakat modern, akan adanya negosiasi ulang terhadap sistem dan nilai-nilai tradisional yang masih hidup dan berlaku di masyarakat.

Faktanya, Itu tidak seluruhnya benar. Terkait hal itu, Henry yang mengamati tentang pemberdayaan perempuan di Indonesia melakukan penelusuran jejak digital di Ask.fm. Situs ini kurang diminati oleh Generasi X, meskipun mereka bekerja pada industri komunikasi digital. Saat Twitter dan Facebook tampak mulai menurun popularitasnya,  netizen Indonesia usia remaja tampak lebih interaktif pada platform media seperti Snapchat dan Ask.fm.

Awalnya, Ask.fm didirikan di Latvia, namun saat ini bermarkas di Irlandia. Pada perkembangannya, Ask.fm telah menarik sejumlah besar pengguna internet di Indonesia, negara dengan populasi 250 juta yang didominasi oleh generasi muda. Meskipun 250 juta bukan merupakan angka resmi, setidaknya dapat diperkirakan pengaruhnya terhadap statistik ‘selebriti’ pada platform ini. Satu akun selebriti Indonesia dapat mengumpulkan lebih dari 16 juta ‘like’ dari jawaban yang diberikan.

Tidak seperti kebanyakan platform media sosial di mana pengguna dapat memulai posting, Ask.fm pengguna harus terlebih dahulu merespon pertanyaan yang diajukan. Karenanya, Ask.fm lebih menghasilkan platform dua arah sehingga menjadi sangat interaktif. Pengguna dibagi dalam kluster-kluster berdasarkan persamaan minat, misalnya dari fashion hingga diskusi agama.

Pekerjaan saya sebagai perencana strategis (strategic planner) yang mendorong saya menggunakan platform ini. Secara berangsur-angsur, saya mencari hal-hal yang mengenai seni dan budaya populer yang mewadahi para generasi muda. Biasanya anak-anak muda akan sangat mudah ditemui di sana.

Motivasi awal yang sifatnya profesional tiba-tiba dengan cepat berubah menjadi hal-hal yang sifatnya pribadi saat saya mendapatkan pertanyaan yang sepertinya bukan sebagai pertanyaan abad saat ini, termasuk:

“Nasihat yang saya dapatkan bahwa perempuan harus berhenti dari perguruan tinggi karena mereka nanti akhirnya juga bakal mengurus dapur. Benar gak sih?”

“Guru saya pernah bercerita bahwa perempuan sebaiknya tidak mengambil S2 atau harus menanggung risiko tidak ada laki-laki yang mau meminangnya.”

Awalnya, saya kaget saat mendapatkan pertanyaan-pertanyaan ini dari para gadis remaja Indonesia. Mereka mungkin juga merupakan Generasi Z yang hidupnya, nafasnya ada di internet dan sosial media. Tapi kenapa pertanyaannya menjadi sangat terpuruk, mundur dan sangat kuno. Setidaknya itu adalah persepsi pribadi saya.

Namun, dari kaget saya kemudian menjadi marah, bukan karena saya adalah laki laki atau generasi milenial. Terlepas dari isu persamaan gender, dari perspektif yang lebih pragmatis, alangkah sia-sianya potensi mereka! Membayangkan perempuan-perempuan berhenti sekolah karena mereka percaya nantinya akan ditakdirkan akan mengurus dapur adalah hal yang rasanya sangat memalukan. Parahnya, bagi saya, bagaimana wanita mau dengan suka rela membuat diri mereka menjadi tampak bodoh hanya untuk mendapatkan seorang suami. Semua ini sangat berlawanan dengan kenyataan-kenyataan pesatnya ekonomi Indonesia di abad ke-21 sebagai abad Asia. Bagi saya, perempuan terlalu berat apabila harus menanggung itu semua.

Saya tidak bisa menutupi perasaan saya saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Saya menekankan jawaban tentang bagaimana wanita HARUS melanjutkan kuliah. Entah bagaimana caranya, mereka harus mandiri dan memiliki kemampuan untuk keberlangsungan mereka sendiri apabila sewaktu-waktu terjadi perceraian atau suami melakukan poligami (karena poligami diizinkan di Indonesia). Jika tidak, perempuan akan menjadi korban perkawinan saat terjadi permasalahan hubungan dalam keluarga yang berakibat pada hal-hal tersebut di atas.

Terkait dengan anggapan bahwa perempuan yang berpendidikan tinggi itu menakutkan bagi laki-laki, yang akhirnya menurunkan kesempatan untuk melangsungkan perkawinan, saya tidak bisa menolak. Ini menjadi hukum tidak tertulis yang hidup dan merupakan kenyataan dalam masyarakat Indonesia yang chauvinistik terhadap peran laki-laki. Mayoritas laki-laki Indonesia cenderung merasa tidak aman dan terintimidasi oleh perempuan yang lebih pintar atau berpendidikan lebih tinggi dari mereka. Kenyataan ini tentu akan memposisikan perempuan yang pintar sebagai pihak yang akan dirugikan yang pada saat bersamaan laki-laki memiliki banyak pilihan lain yang membuat mereka merasa tidak terancam. Karena itu, saya tetap berharap bahwa ada laki-laki Indonesia di luar sana merasakan hal yang sama seperti saya dan ingin sekali melihat adanya perubahan.

Coba bayangkan bahwa akan ada dunia di mana para perempuan secara bersama-sama menyepakati pentingnya pendidikan yang lebih tinggi dan adanya kebutuhan untuk mengejarnya. Tentu, hal ini akan mengubah dominasi pria terhadap perspepsi itu. Dan tentu juga akan melahirkan dorongan bagi laki-laki untuk meningkatkan kualitas pribadinya. Jika tidak, laki-laki tidak akan menemukan pasangan yang cocok. Bukankah pemahaman ini sebagai skenario yang ideal yang berpihak pada kemajuan bagi masyarakat?

Berbicara realistis, saat skenario di atas mungkin menjadi sangat ideal dan susah menjadi kenyataan, itu tidak berarti kita tidak boleh mencoba dan membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan benar. Buka dengan wanita yang membatasi kemampuan mereka demi seorang pria yang akan meminangnya yang tentu ini merugikan masyarakat kita secara keseluruhan. Sebaliknya, kemajuan perempyan untuk berpendidikan tinggi secara kolektif tidak hanya akan mengangkat satu kelompok gender, tetapi juga seluruh bangsa.


Henry Manampiring adalah Direktur Eksekutif Bidang Perencanaan Strategis pada Leo Burnett Indonesia dan penulis buku “The Alpha Girl’s Guide”.

Artikel ini hasil terjemahan dari artikel berjudul Honours or Husbands? The Tough Choice of Indonesian Women.

18 Important Chances You Will Not Regret Taking in Life

Almost two decades ago, when I told my grandmother I was worried about taking a chance and regretting my choice, she hugged me and said, “Trust me, honey, that’s not what you’re going to regret when you’re my age.  If anything, you will likely kick yourself a little for not taking more chances on the infinite number of opportunities you have today.”

And the older I get, the more I realize how right my grandmother was.  Life is about trusting yourself and taking chances, losing and finding happiness, learning from experience, appreciating the memories, and realizing that every step is worth your while. But you’ve got to be willing to take each step.  You’ve got to give yourself a fair chance.

Read More

30 Essential Things to Start Doing

Marc and Angel are the authors of 1000 Little Things Happy Successful People Do Differently. Here’s their amazing list of 30 things to start doing for yourself. If you enjoy this, be sure to visit their website for more inspirational advice and tips for life.

#1. Start spending time with the right people. – These are the people you enjoy, who love and appreciate you, and who encourage you to improve in healthy and exciting ways. They are the ones who make you feel more alive, and not only embrace who you are now, but also embrace and embody who you want to be, unconditionally.

Read More

Yuk, kenali dan cek kepribadian kita ala MBTI

Penilaian the Myers-Briggs Type Indicator atau yang biasa disingkat MBTI adalah sebuah metode kuesioner psikometri yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis tentang bagaimana orang memahami kehidupan dan bagaimana mereka membuat keputusan. Preferensi tersebut diekstrapolasi melalui teori tipologi yang digagas oleh Carl Gustav Jung dan untuk kali pertama diterbitkan dalam buku 1921-nya berjudul, “Psychological Types” (edisi bahasa Inggris, 1923). Jung dalam teorinya mengatakan bahwa ada empat fungsi psikologis utama yang kitatemui di dunia, yaitu: Sensation, Intuition, Feeling dan Thinking. Satu dari empat fungsi ini seringkali dominan pada setiap manusia. Read More

Pesan Quraish Shihab Dalam Memilih Pemimpin

Memilih pemimpin dalam perjalanan pun adalah perintah agama, apalagi memilih Kepala Negara. “Tiga orang yang berpergian hendaknya memilih pemimpinnya”. “Pemimpin yang berlaku otoriter lebih sedikit keburukannya daripada  chaos”. Namun ingatlah bahwa, “Siapa yang memilih seseorang untuk jabatan publik sedang dia mengetahui bahwa ada yang lebih baik daripada yang dipilihnya, maka dia telah mengkhianati Allah, Rasul dan amanat kaum muslimin”. Demikian tiga  dari sekian sabda Nabi  saw. Karena itu jangan tidak memilih. Pilihlah yang lebih baik atau yang lebih sedikit keburukannya.

Berkampanye untuk meraih kedudukan dapat dibenarkan agama (a.l. Q.S. Yusuf  [12]: 55), tetapi kampanye tidak dibenarkan dengan menyebarkan fitnah. Masyarakat hendaknya kritis dalam mendengar kampanye dan menghindari yang fitnah, karena penyebarnya sama dengan pengucapnya, bahkan telinga dapat serupa dengan lidah, karena itu jangan dengar yang juga membantu penyebaran fitnah. Read More

Kisah Di Balik BlackBerry Messenger (BBM)

Selain tentang tentang kisah aplikasi yang akan digunakan pada platform Android dan iOS, BBM tidak bisa dipungkiri tentang ketenaran aplikasi social chat yang digandrungi hampir lebih dari 60 juta pengguna di seluruh dunia. Namun, apakah pernah terpikir dalam benak kita, siapa sebenarnya dalang di balik kesuksesan besar aplikasi ini? Dia adalah Garry Klassen. Read More