Cerita Ini Harus Tetap Berlanjut

“Kami mohon maaf Pak, untuk saat ini (tahun ini) belum lolos”. Setelah itu saya cek email juga, seakan tidak percaya akan keputusan, hasilnya pun, “FALSE Mr. Muhammad Bahrul Ulum 05-Sept-90.

Itulah pemberitahuan singkat yang baru saja saya terima melalui email konfirmasi. Sebelumnya saya mengirimkan pesan email untuk memastikan diterima tidaknya peluang bagi saya untuk mendapatkan beasiswa untuk studi ke luar negeri.

Saya juga cukup realistis, tidak mudah bagi setiap orang yang masih terbilang freshgraduate mendapatkan beasiswa, termasuk saya. Namun usaha dan harapan itu wajib dibela dan dijunjung tinggi untuk menjemput masa depan yang leih berkualitas.

Meskipun saya untuk tahun ini belum berkesempatan mendapatkan beasiswa, bukan berarti saya tidak akan mendapatkan beasiswa. Saya yakin saya adalah salah satu orang yang berhak mendapatkan kehormatan intelektual itu. Entah kapan, sepanjang usaha ini terus dilakukan, tak lekang seberapa sulitnya tantangan yang dihadapi. Saya meyakini hal seperti itu, karena di dunia segala kemungkinan itu selalu terjadi.

Yah, saya juga harus bersyukur, Namun saya tidak bisa mengingkari, sebelumnya saya sempat galau, cemas, gundah atau apalah itu namanya, Dan kini, kegalauan itu telah berakhir, meskipun saya harus melepaskannya secara perlahan-lahan. Ya, tentunya, galau itu tidak membuat diri kita tenang dan tidak pula membuat pikiran berkembang karena tekanan ekomsi dalam diri seseorang. Ya, dari sini saya harus mengambil hikmah positifnya, pasti ada rencana tuhan yang paling baik bagi diri saya.

Saya hari ini sedang dalam keadaan tidak baik, tapi tentulah tuhan tidak akan membiarkan saya selamanya dalam keadaan tidak baik tersebut. Dan ini berarti saya harus berusaha lebih baik lagi.

Now, It is the time to try the other opportunities. I believe God always gives me the best destiny, and in this moment (although I have got a bad circumstance) my syukur is to Allah.

Hikmah yang dapat saya ambil, tertuliskan di status Facebook:

This Friday is the most outstanding day for my life. Yap, be outstanding because it is the worst day of others, but from this day making me to be proud, because God always gives me the best decision at this time. Besides, God also makes me to be aware of the life competition which must be attained thoroughly. It learns me to run faster and faster.

Beberapa hari kemudian, akhirnya surat resminya saya dapatkan. Saya malah menyimpannya, sebagai salah satu bukti bahwa untuk menggapai cita-cita yang baik tidak semudah kita membeli kacang rebus. Ya, sebagai bukti otentik bahwa saya pernah tidak berhasil (bukan gagal ya, kalau gagal itu setelah tidak berhasil tidak mau bangkit dan kembali mencoba).

Dan itulah hidup, tanpa mencoba kita tidak akan tahu, tidak akan tahu manis dan getirnya hidup dan persaingan. Dari situ, saya bisa meraba diri saya untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Akhirnya pun saya tidak menganggap itu sebagai berita duka, berita yang mengecewakan, melainkan sebagai berita peringatan untuk tertap berterima kasih kepada Yang Hidup, Allah subhanahu wataala atas nikmat hidup yang lebih besar diberikanNya kepada saya. Dan suatu saat Dia akan memberikan yang terbaik, menggantinya, apa yang belum saya dapatkan, dengan yang lebih baik.

Dari sinilah saya dapat mengambil hikmahnya, tentang kesemangatan dan ketegaran yang wajib terus saya pelihara. Bahkan dari ini, saya belajar tentang makna not successful itu sendiri. Semoga bisa mengambil hikmah dan manfaat lain. Dan tentunya Allah memberikan yang lebih baik tentang apa yang memang saya butuhkan.

Hikzzzz…

Friday, 07 December 2012
Regards,

Muhammad Bahrul Ulum

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *