Kesempatan atau Kesempitan?

Sebuah perjalanan yang cukup berkesan dalam hidup ini. Perjalanan kali ini menuju Fakultas Hukum UI, untuk mempresentasikan naskah esai kritis saya dalam babak final kompetisi esai kritis mahasiswa Justice Fair 2011. Perjalanan yang cukup sulit dan penuh dengan perjuangan.

Malam sebelum berangkat menuju Fakultas Hukum UI, mengharuskan saya untuk senantiasa sabar dalam menghadapi cobaan. Malam itu saya kecelakaan, tabrakan dengan mobil di daerah Ambulu. Kaki dan tangan lecet yang pasti ini menyita waktu saya untuk bersiap-siap menuju UI.

Meski hanya lecet di kaki dan tangan, ini membuat saya galau. Tiga hari sebelum kecelakaan ini terjadi, saya harus berjuang menyelesaikan karya ilmiah untuk diikutkan lomba karya tulis Sciencesational UI, deadlinenya tanggal 21 Oktober. Dan dari deadline itu, karya ilmiah baru saja diselesaikan. Pastinya ini menyita waktu dan membuat cukup lelah pada hari-hari sebelumnya.

Dari kecelakaan tersebut, memelajarkan kepada saya bahwa dalam meraih sesuatu yang kita inginkan, seringkai kita harus melawan hambatan tersebut, untuk senantiasa berusaha, sabar dan ikhlas, pantang menyerah. Meski hasilnya belum tentu sesuai dengan kehendak kita.

Besoknya, saya hendak berangkat ke Jakarta dengan kereta api. Tiket pun sudah saya beli beberapa jam sebelum kecelakaan tersebut. Tiket perjalanan Jember Surabaya (11.59 WIB), dan perjalanan Surabaya-Gambir (17.00 WIB). Tetapi yang terjadi tidak semudah kita membalikkan tangan. Saya terlambat di stasiun, kereta sudah berangkat satu menit setelah saya datang di stasiun.

Akhirnya pun, saya membatalkan perjalanan saya Surabaya-Gambir di stasiun tersebut, karena dipastikan saya dengan kendaraan lain, tidak akan sampai Surabaya pada pukul 17.00, dan segera booking tiket ke Warna (agen tiket pesawat di Jember). Tiket penerbangan Sriwijaya Air yang saya dapatkan dengan jam keberangkatan pukul 09.55 WIB dari Bandara Juanda Surabaya, via Bandara A. Yani, Semarang. Sampai di Bandara Soeta pukul 12.45 WIB.

Pukul 13.10 WIB, dijemput panitia Justice Fair UI, yang menjemput delegasi dari Universitas Jember (saya) dan Universitas Andalas (Ziffany Firdinal). Mengendarai mengendarai mobil menuju Stasiun Gambir untuk menjemput dua delegasi dari Universitas Kristen Satya Wacana, dan setelah itu langsung meluncur ke Fakultas Hukum UI, sampai pada pukul 15.40 WIB. Segera saya menuju sekretariat Lembaga Kajian Keilmuan (LK2) FHUI untuk mengantarkan naskah karya ilmiah Sciencesational 2011.

Pukul 17.30 WIB, techical meeting peserta Esai Kritis bersama 4 peserta yang lain (6 peserta sedang berhalangan). TM berakhir pukul 18.20 WIB dan segera menuju wisma makara untuk istirahat.

Esoknya pukul 08.00 WIB dimulai presentasi esai kritis. Acara tersebut berakhir pukul 14.30 WIB. Saya tidak menjadi juara dalam kompetisi ini, juaranya adalah UI, UGM dan UKSW masing-masing sebagai Juara I, II dan III.

Pelajaran yang dapat diambil bahwa untuk menjadi pemenang, seringkali kita harus diuji, untuk senantiasa sungguh-sungguh dengan kegiatan atau kompetisi, dan harus fokus serta tawakkal pada Tuhan. Manusia hanya sebatas usaha, semuanya pasti akan ditentukan oleh Tuhan dengan keputusan yang terbaik.

Dari kompetisi ini, meski tidak menjadi pemenang, telah mengingatkan kepada saya bahwa diperlukan kerja keras lagi, untuk mencapainya dengan sempurna. untuk memperbaiki encapaian yang belum optimal pada kesempatan sebelumnya.

Selamat berkompetisi. Jangan sekalipun menyerah meski digelung nestapa. Jadikannya sebagai tantangan, karena siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil.

Ciputat, 23 Oktober 2011

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *