Pare, Wisata Bahasa Untuk Selaksa Cita

Guys, pertama kali nulis tentang Pare nih. Banyak yang menyebut Pare adalah dreamland, tanah untuk seribu impian dan harapan, tanah untuk mewujudkan berlaksa-laksa cita. Benarkah itu?

***

Okelah, pertama untuk mengawali tulisan ini saya akan berbicara secara umum tentang pare.

Ilustrasi: Pulau Bahasa

Awalnya, Pare dikenal dengan BEC-nya atau HEC. Wajar sih, memang BEC itu pioneernya dan dari BEC sebuah diorama wisata bahasa ini dimulai. Namun kini, lembaga kursus di Pare telah berkembang pesat, tidak kurang dari 40 lembaga kursus siap menampung para ‘pembejalar bahasa’ yang datang dari segala penjuru dan kalian tinggal pilih saja.

O… Iya, jangan salah. Kalau dulu Pare memang terkenal dengan istilah ‘kampung inggris’, namun sejalan dengan perkembangan dan tingkat permintaan yang tinggi akan kebutuhan bahasa, banyak program bahasa selain bahasa Inggris. Sebut saja bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Korea, bahasa Arab bahkan bahasa Indonesia. Karenanya, sudah tidak tepat lagi kalau kalian menyebutnya dengan ‘kampung inggris’. Istilah ‘kampung inggris’ itu dengan sendirinya sudah bergeser dengan istilah ‘kampung bahasa’. Tapi kalau menurut saya pribadi istilah ‘kampung bahasa’ itu rasanya masih saja kurang tepat. Memang letaknya di sebuah desa, tapi suasana di Pare bukan lagi ‘kampung’ atau ‘perkampungan’.

Yang membedakan ‘kampung’ dengan ‘kota’ adalah akses. Ya, misalnya saja, kalian bisa dengan mudah ke mana-mana dengan fasilitas transportasi yang lumayan bagus, banyak pertokoan, swalayan, dan apalah itu yang jadi tetek bengeknya suasana ‘perkotaan’. Dari situlah, setidaknya Pare sudah mulai berevolusi ke arah sana. Jadi kalau menurut saya, tepatnya Pare itu lebih cocok disebut dengan ‘wisata bahasa’. Why? Kebanyakan para ‘pembelajar bahasa’ tinggal di sana hanya beberapa bulan, ada yang sebulan, dua bulan hingga enam bulan, yang kebanyakan adalah tempat transit menimba ilmu. Maksudnya, mereka menjadikan Pare sebagai ‘tempat pelarian’ untuk belajar bahasa. Banyak di antara mereka yang dari lulusan SMA, lulusan sarjana, lulusan magister bahkan mereka yang cuti kerja untuk belajar bahasa di Pare. Simpel, kesannya mereka tinggal di sana untuk berwisata, bukan tinggal atau menetap menjadi satu kesatuan dalam entitas kampung.

Tidak hanya itu, di tengah-tengah belajar bahasa, mereka hampir tidak melewatkan momen berkunjung ke tempat wisata. Sebut saja Surowono, Gumul, Sempu bahkan banyak yang menyempatkan diri ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru atau bahkan sampai kelayapan ke Bali. Memang lumayan dekat sih dan pertimbangan lain dengan biaya perjalanan yang cukup murah. Sip, lebih relevan dengan istilah ‘wisata bahasa’ bukan?

Terlepas dari semua itu fokus tulisan ini tentang kursus bahasa Inggris. Oke, langsung saja ya.

Program setiap lembaga kursus dimulai setiap tanggal 10 dan 25 setiap bulannya. Jadi kalau kalian mau belajar (di semua lembaga kursus) harus mendaftar sebelum tanggal 10 dan 25 setiap bulannya. Tapi sepanjang pengalaman saya (dulu kali pertama berburu ‘brosur’ informasi tentang program lembaga kursus di sana), program yang paling lengkap dibuka di tanggal 10 setiap bulannya.

Secara umum program di sana (pada semua lembaga kursus) dibagi menjadi dua bagian, yaitu Grammar dan Speaking. Grammar masih dibagi menjadi beberapa tingkat, dari basic, intermediate hingga advance. Begitu juga dengan Speaking, ada beberapa tingkat yang disediakan, biasanya mulai dari pronunciation, vocabulary, speaking tingkat basic hingga speaking tingkat advance.

Banyaknya program yang ditawarkan di sana, menjadikan kita harus pandai-pandai memilih dan memilah. Pandai-pandai mempertimbangkan dan memutuskan untuk mengambil program apa saja yang akan menjadi prioritas, apakah ingin bisa berbicara bahasa Inggris, bisa Grammar, atau untuk kebutuhan English proficiency preparation.

Sepanjang yang saya ketahui selama tiga bulan di Pare (akumulasi), kita harus punya gambaran terlebih dahulu tentang apa yang akan kita lakukan di sana. Setidaknya sudah tahu terlebih dahulu lembaga kursus yang akan kita pilih. Setidaknya itu yang menjadi tujuan awal kita ke sana, meskipun nantinya tidak menutup kemungkinan akan mengambil program di tempat kursus yang lain atau justru dari beberapa ‘koleksi’ nama-nama tempat kursus bahasa itu kita harus memilih salah satunya saja. Itu lebih mending, daripada kita tidak tahu sama sekali, bahkan dari ketidaktahuan itu ketika kita sudah sampai Pare akan semakin bingung mau mengambil program apa dan di mana, mengingat banyaknya lembaga atau tempat kursusan, yang berbeda segmentasi dan masing-masing memiliki tingkat kualitas yang berbeda.

 

LEMBAGA KURSUS

Okelah, walaupun apa yang saya tulis berikut ini tidak bersifat mutlak, tapi sepanjang yang saya ketahui saya akan merekomendasika tempat kursusan yang tepat untuk tujuan kursus kalian (English course purpose), dari lembaga yang ‘leading’ di bidang Speaking, Grammar maupun English Proficiency Preparation.

 

REKOMENDASI UNTUK PROGRAM SPEAKING:

  1. Marvelous
  2. The Daffodils (cek website di sini)
  3. Mr. Bob
  4. The Eminence
  5. Smart ILC
  6. ELFAST (cek website di sini)
  7. Global English

 

REKOMENDASI UNTUK PROGRAM GRAMMAR:

  1. Smart ILC
  2. ELFAST
  3. KRISNA
  4. LOGICO
  5. Mahesa Institute
  6. Global English

 

REKOMENDASI PROGRAM ENGLISH PROFICIENCY PREPARATION

Test of English as Foreign Language (TOEFL):

  1. Smart ILC
  2. ELFAST
  3. LOGICO
  4. TEST
  5. KRESNA

International English Language Testing System (IELTS):

  1. TEST
  2. ELFAST
  3. Global English

Notes:

  1. ELFAST, adalah singkatan dari English Language As Foreign Application Standard, salah satu kembaga kursus bahasa Inggris yang memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat signifikan di tahun 2012 ini. Awalnya ELFAST beralamat di Jalan Anggrek, tapi pada tahun 2011 mulai pindah pada lokasi baru, yang sekarang menjadi ‘markas besar’ ELFAST di Jalan Kemuning. Seiring dengan perkembangan, termasuk fasilitas dan ruang belajar yang lebih banyak dan lengkap, ELFAST menawarkan banyak program baru. Program ini merupakan pengembangan dari program-program yang sebelumnya sudah dibuka, dengan program yang lebih spesifik, khususnya pada program SPEAKING. Kalau selama ini ELFAST lebih terkenal dengan lembaga terbaik di GRAMMAR, sepertinya kini ELFAST ingin mencoba sukses tidak hanya berplatform GRAMMAR, tetapi juga SPEAKING. Rata-rata biaya kursus sebesar Rp.100.000,00 untuk program dua minggu dan Rp.180.000,00 untuk program satu bulan.
  2. SMART ILC, adalah lembaga yang memiliki idealis tinggi, yaitu lebih mendahulukan kualitas daripada kuantitas. Ini terbukti dari model penerimaan siswa baru selain program dasar yang harus melalui placement test. Jadi jika kalian mau mengambil program tingkat II, baik Grammar, Speaking maupun pronunciation harus lolos placement test terlebih dahulu. Biaya placement test sebesar Rp. 10.000,00 dan harus menyerahkan foto terbaru dengan kertas dove. Placement test diselenggarakan seminggu sebelum program dimulai, berarti seminggu sebelum tanggal 10 dan 25 setiap bulannya. Untuk biaya kursus, SMART lebih murah daripada program di tempat kursus lain.
  3. The Daffodils, lembaga kursusan yang spesifik di SPEAKING banyak program yang ditawarkan, dari yang dasar hingga advance. Yang unik, di sini ada program yang namanya Public Speaking, tentu kalian bisa mengambil program ini kalau basic speakingnya sudah bagus. Untuk masuk program public speaking ini melalui placement test.

 

PENGINAPAN DI PARE, ENAKNYA KOS ATAU CAMP?

Pada dasarnya adalah sama saja, karena kebutuhan kita di Pare adalah belajar bahasa Inggris di tempat kursus, tapi masalah tempat tinggal sedikit banyak menentukan dan bahkan bisa menunjang program yang kita ambil.

Meskipun seringkali banyak yang menyamakan antara tinggal di kos atau camp, keduanya tetap sangat berbeda. Dari biaya jelas, kos lebih murah daripada camp. Tentu saja, karena camp menawarkan beberapa program yang tidak akan pernah ada di kos. Biasanya program itu dilaksanakan di malam hari (pukul 19.00 WIB) dan pagi hari (pukul 04.45 WIB).

Saran saja, bagi yang belum pernah ke Pare dan belajar speakingnya masih sangat dasar untuk tinggal di camp, karena di sana kalian akan mendapatkan program sekitar praktik berbahasa Inggris. Setidaknya bisa menambah modal belajar kalian. Selain itu, dengan adanya program camp ini menjadikan kita semakin rajin (langkah preventif kebiasaan bermalas-malasan.hehe). Bagaimana tidak, pagi-pagi buta harus bangun dan langsung sarapan bahasa.

Bagi yang sudah memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup bagus, atau bahkan kebutuhannya untuk mengambil TOEFL dan/atau IELTS Preparation, menurut saja lebih fleksibel tinggal di Kos. Pertimbangannya, kita akan memiliki waktu yang lebih, karena di kos tidak ada program malam dan pagi, ini menjadi sisi positif bagi kita untuk lebih focus belajar dan lebih banyak waktu untuk mereview materi dan latihan (exercise atau scoring) di kos. Kita juga bisa lebih tenang karena jumlah teman-teman di kos relative lebih sedikit daripada di camp.

Sekedar Informasi, biaya kos antara Rp.100.000,00 – 350.000,00. Tapi untuk harga 150 ribu – 200 ribu sudah lumayan kok. Kalau yang 350 ribu udah kategori luxurious class. Ingat tujua kalian di Pare, belajar bahasa atau tinggal di istana? Toh, kos uma buat tidur saja.

Untuk biaya camp di ELFAST Rp. 225.000,00 (male) dan 250.000,00 (female), sedangkan di The Daffodils (nama campnya Alfalfa Camp) Rp. 250.000,00. Yang unik adalah camp di SMART, bulan Mei 2012 sewaktu saya membaca brosurnya, biayanya Cuma Rp. 150.000,00, ya tentu sangat murah.

.

JANGAN TERBUAI DENGAN PARE

Memang di Pare adalah alternatif yang bagus untuk belajar bahasa Inggris. Namun banyak orang beranggapan dengan di Pare, mereka dipastikan akan bisa berbahasa asing, setidaknya mampu berbahasa Inggris dengan baik, pandangan seperti itu sering menjebak dan hanyalah isapan jempol.

Banyak sekali teman-teman yang ternyata sudah di Pare selama enam bulan, bahkan kemampuan berbahasa Inggrisnya masih sangat basic. Ya, saya menyadari, mungkin mereka sudah terbuai dengan Pare atau memang sifat dasarnya yang pemalas. Dia sempat sekelas dengan saya pada program speaking dua minggu di bulan November 2011, dan ketika pertemuan masih berjalan lima kali, ia muntaber (mundur tanpa berita).

Kejadian yang sama juga saya alami pada program-program berikutnya, banyak sekali siswa yang tidak sungguh-sungguh belajar, justru belajar di Pare hanya untuk main-main. Dan kita tentu akan melihat semua akan selalu sebanding, antara usaha dan hasilnya. Maka tetap saja, siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang maksimal.

***

Biasanya, setiap kali orang datang pare selalu memiliki cita-cita yang luar biasa, dari bisa membaca teks berbahasa Inggris dengan cepat dan lancar, berbicara dengan fasih maupun nilai IELTS ataupun TOEFL yang sangat bagus. Tetapi yang harus diingat, di mana pun kalian belajar, mereka adalah fasilitas. Jadi yang menentukan itu adalah kalian, bisa atau tidaknya, cepat atau lambat, mudah atau sulit. Tergantung kalian sendiri bagaimana mengkondisikan dan merajut berlaksa-laksa cita itu menjadi indah.

 

Frequently Asked Questions (FAQ):

Q: Apa saya harus mengambil semua program di lembaga yang disebutkan di atas?

A: Tentu saja itu sesuai dengan kebutuhan anda, namun pada dasarnya semua program di masing-masing lembaga kursus adalah sama, jadi kuncinya kita fokus pada program yang kita ambil.

Q: Kalau mengambil program cuma sebulan atau dua minggu saja bisa tidak?

A: Tentu saja bisa.

Q: Lebih enak saya mengambil Grammar atau Speaking dulu?

A: Terserah kalian. Tapi menurut saya lebih mudah belajar bahasa Inggris dimulai dari speaking dan dilanjutkan ke grammar. Akhirnya, keduanya akan berjalan berdampingan dan harus selalu terelaborasi.

Q: Kira-kira tiga bulan di Pareapa sudah pasti bisa berbahasa Inggris?

A: Semua tergantung pada individu, kalau basicnya sudah bagus tentu akan lebih bagus. Namun terlepas dari berapa lama kita belajar yang terpenting adalah kesungguhan kita belajar akan memengaruhi kemampuan kita berbahasa. Setidaknya kita akan merasakan perkembangan yang lebih bagus dari sebelumnya dalam pengembangan kemampuan berbahasa Inggris.

Q: Berapa biaya TOEFL Program dan TOEFL Preparation Program?

A: Tergantung masing-masing lembaga kursus. Ada TOEFL dalam satu paket dan ada juga yang membagi menjadi tiga bagian (Listening, Structrure and Reading). Rata-rata untuk program dua minggu Rp. 100.000,00 dan program satu bulan Rp. 200.000,00.

Q: Saya sudah belajar dan paham Grammar di SMP, bagaimana kalau saya langsung ambil TOEFL saja?

A; Tidak ada salahnya langsung ambil, kalau memang yakin benar-benar mampu. Tapi banyak juga yang seperti itu, ternyata kendalanya di Grammar juga, sehingga setelah mengambil TOEFL, harus turun kembali (mengambil program grammar dasar).

Q: Kalau saya mengambil program IELTS atau TOEFL apakah pasti nilai saya akan naik, nilai IELTS bisa > 6.0 dan TOEFL bisa > 550?

A: Semua tergantung kalian. Karena program tersebut sifatnya memfasilitasi untuk bisa mencapai target nilai maksimal, tentu akan diberikan materi-materi yang akan diujikan dalam IELTS atau TOEFL. Namun, semua tergantung kemampuan kalian, karena belajar bahasa Inggris bukanlah magic, semua ada tahap dan tingkatannya, tergantung kalian sering belajar dan berlatih.

Kalau ada pertanyaan lain monggo ditanyakan di kolom komentar di bawah ini…

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *