Peneliti UNEJ Terpilih dalam 43rd Southeast Asian Seminar oleh Kyoto University

Pada bulan November 2019, Peneliti Centre for Human Rights, Multiculturalism, and Migration (CHRM2) sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Jember, Muhammad Bahrul Ulum, menjadi salah satu dari 11 peserta di seluruh Asia untuk mengikuti Seminar Asia Tenggara ke-43 2019. Seminar ini diadakan setiap tahun oleh Centre for Southeast Asian Studies (CSEAS), Universitas Kyoto sejak 1977. Sebagai program seminar multidisiplin, program ini secara tematis tersusun dalam berbagai topik dan berlangsung selama tujuh hari. Kegiatan ini terdiri atas workshop, studi banding, penelitian lapangan, diskusi dan presentasi oleh peserta dan para peneliti CSEAS Kyoto University.

Tahun ini, Seminar ini diadakan di Hanoi, Vietnam, diselenggarakan bersama oleh Centre for Southeast Asian Studies (CSEAS), Universitas Kyoto dan Central Institute for Natural Resources and Environmental Studies (VNU-CRES), Vietnam National University.

Tema seminar adalah Economic Growth, Ecology, and Equality: Learning from Vietnam. Secara umum, di seluruh dunia, pertumbuhan ekonomi sering menyebabkan degradasi ekologis dan ketidaksetaraan. Banyak negara telah mengalami kerusakan ekologis dan berbagai bentuk ketidaksetaraan, misalnya, akses yang tidak merata ke sumber daya alam, kesempatan kerja dan pendidikan yang tidak merata, serta kesenjangan regional, antara lain. Kesulitan seperti itu juga menjadi salah satu masalah paling kritis dan mendesak di Asia Tenggara.

Vietnam dipilih menjadi tempat Seminar Asia Tenggara tahun ini karena keunikannya, saat ini, salah satu negara paling kuat secara ekonomi di kawasan itu yang bergeser dari rezim sosialis ke ekonomi berorientasi pasar. Di tengah perkembangan pesatnya dalam beberapa dekade terakhir, Vietnam, dalam berbagai cara, telah berupaya untuk memastikan keseimbangan yang baik antara pertumbuhan, ekologi, dan kesetaraan. Oleh karena itu, tujuan seminar ini adalah untuk belajar dari pengalaman transisi sosial-ekonomi Vietnam dibandingkan dengan kasus-kasus lain di Asia Tenggara.

Perwakilan dari Jepang sekaligus koordinator program ini adalah Professor Yanagisawa Masayuki dari CSEAS Kyoto University Jepang. Pembicara dari Vietnam yang memberikan kuliah di awal program yaitu Director VNU-CRES Dr Luu The Anh tentang Risks and Challenges to Sustainable Development in Vietnam dan Vice President Vietnam Academy of Agricultural Sciences Dr Dao The Anh tentang Agricultural Policy to Minimize Inequality in Agricultural Sector in Vietnam. Turut hadir Director CSEAS Kyoto University Jepang Professor Hayami Yoko yang memberikan kuliah Different But/and Equal: Gender and Diversity in Southeast Asia.

Seluruh peserta di bawa ke lapangan untuk menganalisis beberapa kasus dalam konteks ekonomi, sosial, dan lingkukan misalnya di Ay Tuu flower village (Làng hoa Tây Tựu, Từ Liêm, Hà Nội), Chang Son paper fan village (Làng nghề quạt giấy Chàng Sơn, Thạch Thất, Hanoi), Phu Vinh Rattan-Bamboo craft village (Làng nghề mây tre đan Phú Vinh, Chương Mỹ, Hà Nội), Lang Chuong making conical-hat village (Làng nghề làm nón Làng Chuông, Phương Trung, Thanh Oai, Hà Nội), dan juga berkunjung ke daerah perbatasan Vietnam dan Laos yaitu Nghe An Province, Anh Son district.

Sumber: chrm2.unej.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *